Profil Carles Puyol Sang Pemain Bertahan Andalan Spanyol

Carles Puyol adalah mantan pemain bertahan yang berasal dari Spanyol. Sepanjang karirnya, Puyol setia pada satu tim saja, yaitu Barcelona. Ia merupakan kapten dari FC Barcelona dan memiliki julukan “El Capitan”. Puyol dikenal sebagai pemain bertahan terbaik pada generasinya. Simak artikel berikut untuk mengetahui profil Carles Puyol selengkapnya. 

Masa Kecil dan Awal Mula Karir Puyol

Carles Puyol mengawali karir sepakbolanya dengan bergabung pada tim junior Barcelona. Pada awalnya, ia diposisikan sebagai penjaga gawang. Tetapi, ia mengalami cedera pada bahunya dan berganti posisi menjadi penyerang. Namun ternyata, posisi ini bukanlah posisi yang tepat untuk menunjukkan talenta Carles Puyol. 

Semasa kecil, Puyol mengakui bahwa orang tuanya pesimis bahwa ia akan menjadi pemain sepakbola. Profil Carles Puyol dengan tinggi 178 cm memang bisa dibilang kecil untuk ukuran pemain bertahan. Namun, hal ini tidak mematahkan semangatnya. Pada tahun 1996, ia dipromosikan ke Barcelona B dan bermain sebagai bek kanan.

READ  Profil Olivier Giroud Penyerang Tangguh Asal Perancis

Tidak lama setelah itu, Puyol pun dipromosikan untuk naik ke tim utama pada tahun 1999. Pelatih Barcelona saat itu adalah Louis van Gaal, salah satu legenda sepakbola lainnya. Talenta Puyol pun bersinar saat ia mulai bermain sebagai bek kanan. Hal ini dibuktikan dengan penghargaan “Best Defender in Europe” yang diberikan kepadanya pada tahun 2002. 

Karir Bersama Tim Nasional dan Menjadi Kapten

Carles Puyol merupakan kapten dengan masa jabat terpanjang di Barcelona setelah Luis Enrique. Ia mendapatkan jabatan tersebut pada tahun 2004. Bersama Barcelona, Puyol berhasil meraih 5 trofi La Liga dan 3 trofi Champions League. Hal ini tentulah suatu kebanggaan bagi Carles Puyol dan tim yang dipimpinnya. 

Puyol juga memiliki karir yang cemerlang bersama tim nasional Spanyol. Tim Nasional Spanyol juga memiliki banyak talenta sepakbola, sehingga sering memenangkan pertandingan. Bersama tim nasional Spanyol, Puyol berhasil mengangkat trofi Euro 2008 dan World Cup 2010. Pencapaian ini membuat timnas Spanyol memiliki banyak sekali penggemar. 

READ  Profil Andrea Pirlo, Si Playmaker Handal

Dalam bermain, Puyol sering dijuluki sebagai pemain bertahan terbaik pada generasinya. Ia bermain pada posisi bek tengah, namun juga sering bermain sebagai bek kanan. Puyol dianggap sebagai pemain “no-nonsense” dengan konsentrasi dan kemampuan membaca taktik lawan dengan baik. Tidak hanya itu, ia juga dianggap memiliki aura kepemimpinan yang terlihat di lapangan.

Gantung Sepatu dan Legenda Sepakbola

Pada tahun 2014, Carles Puyol memutuskan untuk gantung sepatu pada usia 35 tahun. Pengumuman ini menutup karir Puyol dengan total 593 permainan bersama FC Barcelona. Ia juga telah tampil bersama tim nasional lebih dari 100 pertandingan. Konsistensi dan loyalitasnya kepada FC Barcelona membuat fans dari seluruh dunia turut bersedih saat ia pensiun. 

READ  Profil Kepa Arrizabalaga Dari Perjalanan Karir Hingga Kepribadiannya

Tidak hanya disukai penggemar sepakbola, Puyol juga sering mendapatkan pujian dari rekan dan media. Jurnal The Guardian mengomentari profil Carles Puyol sebagai seorang pemain yang bermain dengan sepenuh hati. Kemampuannya menghalau gol lawan juga membuatnya mendapatkan julukan “The Wall”. 

Puyol dianggap tidak memiliki talenta cemerlang yang biasanya ditunjukkan pemain junior Barcelona. Pernyataan ini diakui oleh mantan Kapten Barcelona itu sendiri. Namun, ia diakui memiliki teknik yang sempurna dan bermain dengan konsisten. Hal ini menjadi motivasinya untuk terus berlatih sendirian, bahkan saat sesi latihan tim sudah selesai.

Dari rekannya, Gerard Pique, Puyol disebut sebagai pemain yang akan menjaga konsentrasi tim agar tetap fokus. Pique menyebutkan bahwa Puyol tidak akan lengah dalam bermain, meskipun timnya telah memiliki keunggulan. Inilah yang menjadi salah satu hal mengapa Puyol akan selalu dikenang sebagai salah satu bek terbaik sepanjang masa.

Recommended For You

About the Author: Kaka